Amankan Bisnis Anda Sebelum Wajib Halal 2026
Pemerintah menyediakan 1,35 juta kuota sertifikat halal gratis (SEHATI) tahun ini. Jangan biarkan produk Anda ditarik dari pasar setelah 18 Oktober 2026.
Total Kuota 2026
1.350.000 Sertifikat
Target Pelaku Usaha
UMK Seluruh Indonesia
Biaya Pendaftaran
Rp 0,- (GRATIS)
Apakah Anda Layak Dapat SEHATI?
Gunakan alat pengecek otomatis ini untuk mengetahui apakah usaha Anda masuk kriteria Self-Declare atau harus melalui jalur Reguler.
Skala Akselerasi Halal Nasional
BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) secara agresif meningkatkan kuota gratis setiap tahunnya. Visualisasi di samping menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi UMK dari risiko sanksi administratif di tahun 2026.
Estimasi Terbit
12-21 Hari
Lembaga Resmi
BPJPH Kemenag
Visualisasi Data Kuota Tahunan Nasional (Simulasi)
Langkah Pendaftaran Digital
Pendaftaran dilakukan sepenuhnya melalui portal SIHALAL. Ikuti 6 tahapan kritis ini agar pengajuan Anda tidak ditolak sistem.
Self-Declare vs Jalur Reguler
| Fitur Perbandingan | Self-Declare (SEHATI) | Jalur Reguler |
|---|---|---|
| Biaya Pendaftaran | GRATIS 100% | Berbayar (Tarif PNBP) |
| Jenis Produk | Produk risiko rendah (Makanan/Minuman) | Semua jenis (Obat, Kosmetik, Restoran) |
| Metode Penilaian | Pernyataan Mandiri + Pendamping | Audit LPH + Auditor Halal |
Pertanyaan Populer
Cara Membaca Hasil Pengecek Kelayakan Ini
Alat di halaman ini menjawab satu pertanyaan yang sempit tetapi menentukan: apakah usaha Anda masuk kriteria jalur pernyataan pelaku usaha (self declare) yang biaya sertifikasinya ditanggung negara lewat program SEHATI, atau harus menempuh jalur reguler dengan pemeriksaan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Lima pertanyaan di atas bukan formalitas. Kelimanya adalah titik yang benar-benar diperiksa Pendamping Proses Produk Halal (P3H) sebelum pengajuan Anda diteruskan ke BPJPH.
Dari kelimanya, yang paling sering menjegal bukan skala usaha, melainkan kejelasan bahan. Banyak pengajuan tertahan karena ada satu-dua bahan yang tidak bisa dibuktikan asal-usulnya: perisa atau pewarna tanpa keterangan produsen, minyak curah tanpa merek, sampai daging dari penyembelihan tanpa dokumen. Sebelum mendaftar, kumpulkan foto kemasan dan sertifikat halal seluruh bahan baku Anda. Pekerjaan setengah jam ini yang biasanya membedakan pengajuan yang lolos sekali jalan dari yang bolak-balik direvisi — jebakan verifikasi lainnya kami rinci di panduan anti-gagal verifikasi Pendamping PPH.
Jika hasilnya layak, langkah berikutnya adalah memastikan NIB aktif, memilih pendamping, lalu mengisi pengajuan di portal SIHALAL. Urutan lengkap beserta apa yang harus diisi di tiap layar ada di panduan induk cara daftar sertifikat halal gratis lewat SEHATI, sedangkan kriteria penerima fasilitasi yang lebih detail dibahas di syarat lengkap penerima SEHATI.
Jika hasilnya belum layak, itu bukan vonis. Jalur reguler hanya berarti kehalalan produk Anda diperiksa auditor LPH, bukan cukup dinyatakan sendiri; biayanya berbayar, tetapi cakupan produknya jauh lebih luas dan sertifikat yang terbit sama sahnya. Sebagian usaha bahkan bisa berpindah ke jalur gratis hanya dengan mengganti satu bahan bermasalah dengan padanan yang sudah bersertifikat halal — jadi ulangi pengecekan setelah rantai bahan Anda dibereskan.
Terakhir, ingat dua batasan yang sering diabaikan. Kuota SEHATI terbatas dan dibuka secara berkala, sehingga mendaftar lebih awal berarti peluang lebih besar. Dan kewajiban bersertifikat halal diberlakukan bertahap per kelompok produk, jadi tenggat usaha kuliner belum tentu sama dengan tenggat usaha kosmetik. Kalau Anda belum yakin di kelompok mana usaha Anda berada, mulailah dari gambaran besarnya di Halal Itu Mudah, lalu cek daftar produk dan tenggatnya di panduan wajib halal UMKM.
Siap Amankan Pasar Anda?
"Dunia sedang bergerak ke industri halal. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar, tetapi harus menjadi pemain utama." — Babe Haikal (Kepala BPJPH)